Iklan by Regional Expose

Aspirasi Mahasiswa

Get Adobe Flash player

Cuaca Hari Ini

Sebagian Berawan

31°C

Jakarta

Sebagian Berawan

Kelembaban: 70%

  • Min Gerimis berpetir

    31°C 25°C

  • Sen Gerimis berpetir

    32°C 25°C

  • Sel Gerimis berpetir

    31°C 25°C

Regional Expose | Kompetisi
Pertanian Tetap Potensial PDF Cetak E-mail Dibaca: 66
PostAuthorIcon Ernest    PostDateIcon Minggu, 29 Januari 2012 17:24

Kota Sawahlunto bukanlah daerah pertanian tapi potensi kota pariwisata itu dalam bidang pertanian cukup tinggi. Hal ini terlihat pada musim tanam (MT) tahun 2011 lalu, kota berpenduduk 56 ribu jiwa ini surplus padi sebesar 1.431 ton. Wali Kota Sawahlunto Amran Nur saat digelarnya panen raya sekolah lapangan padi tanam terpadu (SLPTT) di Dusun Tapian Nambar Desa Talawi Mudik terlihat ceria, tak henti-hentinya mengumbar senyum.

Amran Nur mengakui potensi Sawahlunto di bidang pertanian cukup signifikan. “Untuk mengoptimalkannya tergantung pengelolanya. Apakah dalam berusaha itu mau bekerja keras serta bersungguh-sungguh dalam setiap usaha yang kita laksanakan,” ujar Amran Nur kepada Padang Ekspres, kemarin (26/1).

Menurut Amran Nur, meskipun Sawahlunto bukanlah daerah pertanian, namun desa-desa di Kecamatan Talawi  dan Kecamatan Barangin cukup banyak lahan sawah yang  bisa digarap. Petani Sawahlunto dibina sebagai pengusaha pertanian.

Artinya petani tidak hanya sebatas  memikirkan produksi pertanian tetapi harus mampu berpikir bagaimana lahan pertanian yang ada terus meningkat hasilnya.

Menurut Amran Nur, sekolah lapangan tanam padi terpadu (SLTPT) merupakan solusi meningkatkan produksi pertanian Sawahlunto. Di mana hasilkerja sama Pemko Sawahlunto (Dinas Pertanian) dengan Dinas Pertanian Sumbar telah berhasil meningkatkan produksi padi di Dusun Tapian Nambar Desa Talawi Mudik sekitar  40 sampai d 80 persen/hektare.

Amran Nur ber-komitmen, Kota Sawahlunto tidak hanya unggul di bidang pariwisata-pendidikan dan kesehatan saja, namun juga di bidang lainnya seperti pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikura Dinas Pertanian Sawahlunto, Henni Purwaningsih mengakui produksi pertanian Sawahlunto melalui sekolah lapangan tanam padi terpadu yang digelar di Dusun Tapian Nambar desa Talawi Mudik mampu meningkatkan produksi padi sekitar 40 s/d 80 %/Ha.

Menurut Henni, Dinas Pertanian Sawahlunto mempunyai 2 metode dalam melakukan garapan padi di sawah, pertama dengan metode, tanam padi sebatang dimana hasilnya hanya mampu meningkatkan produksi padi sekitar 3,3 ton/Ha. Sedangkan melalui metode kedua yaitu cara konvensional produksi tanaman padi lebih baik lagi daripada produksi tanam padi sebatang yang mencapai 4,9 s/d 6,1 ton/Ha.

Kota Sawalunto mempunyai lahan sawah sekitar 1.772 Ha, sekitar 733 Ha diantaranya merupakan sawah tadah hujan. Pada musim tanam 2011 lalu Sawahlunto surplus padi sekitar 1.431 ton, dimana surplus padi tersebut banyak disuplai ke daerah tetangga seperti Sijunjung dan Tanahdatar. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Pertanian Tetap Potensial
Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose